Untung Bersih Agung Podomoro Turun 65,5 Persen pada Kuartal I

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Minggu, 03/05/2015 16:11 WIB
Untung Bersih Agung Podomoro Turun 65,5 Persen pada Kuartal I Pengunjung mengamati maket rumah dalam pameran properti yang diselenggarakan Real estate Indonesia (REI) di Balai Sidang Jakarta, Sabtu 15 November 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengembang properti yang dikenal dengan portofolio Central Park Jakarta, PT Agung Podomoro Land Tbk. mencatatkan penurunan kinerja selama kuartal I 2015. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih perseroan anjlok 65,5 persen menjadi Rp 101,8 miliar karena turunnya penjualan.

Corporate Secretary Agung Podomoro, Justini Omas dalam keterangan resminya mengatakan penjualan dan pendapatan usaha turun menjadi sebesar Rp 995,2 miliar pada kuartal I 2015, dari Rp 1.165,1 miliar pada kuartal I 2014.

“Walaupun kontribusi dari penjualan properti menurun akibat melambatnya pengakuan pendapatan, kontribusi dari pendapatan berulang terus tumbuh menjadi 38,6 persen terhadap penjualan dan pendapatan usaha, meningkat dari 25,6 persen setahun lalu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/5).


Dia menjelaskan, pendapatan berulang tumbuh 28,6 persen menjadi Rp 384,2 miliar pada kuartal I 2015, meningkat dari Rp 298,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor turun 14,1 persen pada kuartal I 2015 yang mencapai Rp 539,3 miliar, dari Rp 627,8 miliar pada kuartal I 2014.

Untungnya beban pokok penjualan dan beban langsung mampu turun 15 persen menjadi Rp 455,9 miliar pada kuartal I 2015, dari Rp 537,3 miliar pada kuartal I 2014. Namun, sayangnya beban usaha naik 50 persen menjadi Rp 341,8 miliar dari Rp 227,8 miliar pada kuartal I 2014.

Namun, marjin laba kotor sedikit meningkat menjadi 54,2 persen pada kuartal I 2015 dari 53,9 persen pada periode yang sama tahun lalu. Laba komprehensif turun 46,1 persen dari Rp 280,8 miliar pada tahun kuartal I 2014 menjadi sebesar Rp 151,3 miliar pada kuartal I 2015 dengan marjin laba bersih 15,2 persen .

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) turun 65,5 persen dari Rp 295,1 miliar pada kuartal I 2014 menjadi Rp 101,8 miliar pada kuartal I 2015 dengan marjin 10,2 persen.

Sebelumnya, Agung Podomoro sempat terganjal proses reklamasi di kawasan Pluit, Jakarta. Hal itu berasal dari pernyataan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyatakan bahwa ijin reklamasi yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak sesuai ketentuan.

Adapun izin reklamasi tersebut diperoleh Agung Podomoro lewat anak usahanya PT Muara Wisesa Samudera (MWS) dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Kencana Unggul Sukses (KUS). Investasi untuk mengembangkan pulau itu sendiri ditaksir mencapai puluhan triliun.

Izin pelaksanaan reklamasi Pulau G tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2238 Tahun 2014 tertanggal 23 Desember 2014 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra .

(gir)