Dalam penilaian profesional Tanri Abeng, maskapai pelat merah tersebut sudah lebih dari berdarah-darah sebagai sebuah korporat. “Bayangkan utangnya saja US$ 1,6 miliar dengan ekuitas minus US$ 300 juta, dengan kondisi seperti itu kreditor Garuda mau membangkrutkan maskapai itu supaya bisa menguasai asetnya. Tetapi Pak Harto bilang tidak,” kata Tanri kepada CNN Indonesia, Rabu malam (20/5).
The Smiling General menurut Tanri memerintahkannya untuk melakukan segala cara yang diperlukan untuk membuat Garuda tetap terbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat tugas seperti itu, Tanri kemudian mempelajari kinerja keuangan dan operasional Garuda Indonesia. Dalam waktu satu Minggu, Tanri memanggil Supandi selaku Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia ketika itu untuk membicarakan penggantian dirinya sebagai bos maskapai tersebut.
“Kemudian saya menunggu Pak Harto memarahi saya, atau menunggu perintah saya bisa ganti direktur lainnya tapi jangan Dirut. Tetapi justru Pak Harto bilang, silahkan ganti semuanya karena menurut beliau di dalam dewan direksi sudah ada mafianya,” kata Tanri.
“Saya hanya meminta, beliau yang ambil keputusan. Ketika itu saya sudah tidak punya pilihan lain,” imbuhnya. (gen)