SKK Migas: 5 Kontrak Jual Beli Gas untuk Pasok Dalam Negeri

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2015 10:50 WIB
SKK Migas: 5 Kontrak Jual Beli Gas untuk Pasok Dalam Negeri Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (kiri) dan mantan Plt Ketua SKK Migas Johanes Widjanarko (kanan) saat serah terima jabatan Kepala SKK Migas di Jakarta, Jumat 21 November 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi memastikan lima kontrak perjanjian jual beli gas (PJBG) yang diteken dalam penutupan Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition ke 39 hari ini, seluruhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menyatakan pemanfaatan gas bumi yang diteken kontraknya tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

"Prioritas untuk pupuk, kelistrikan, dan industri," kata Amien usai menyaksikan seremoni penandatanganan yang dilakukan oleh 10 perusahaan yang terlibat dalam pembuatan PJBG, Jumat (22/5).


Untuk sektor kelistrikan, lanjut Amien, diharapkan dapat mendukung peningkatan rasio elektrifikasi. Selain itu, mampu menurunkan beban subsidi pemerintah akibat migrasi pemakaian BBM ke gas bumi.

Seperti diberitakan sebelumnya, dengan ditandatanganinya lima PJBG itu SKK Migas menghitung pemerintah bisa memperoleh tambahan pendapatan sebesar US$ 2,26 miliar atau berkisar Rp 29,5 triliun selama masa kontrak berlangsung.

Lima PJBG yang diteken hari ini meliputi:

Pertama, Amandemen Ketiga Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Santos (Sampang) Pty Ltd dengan PT Indonesia Power. Dimana dalam perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat dengan jumlah pasokan sebesar 29 BBTUD (billion British thermal unit per day) selama 10 tahun (sejak 2009).

Kedua, Amandemen pertama PJBG antara CNOOC dengan PT Pertamina Hulu Energi ONWJ selama dua tahun dengan pasokan gas sebesar 1 BBTUD selama dua tahun.

Ketiga, PJBG antara Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dengan PT Petrokimia Gresik sebesar 85 BBTUD selama 10 tahun.

Keempat, Amandemen II PJBG antara HCML dengan PT Perusahaan Gas Negara dengan pasokan gas sebesar 20 BBTUD selama 20 tahun.

Kelima, Amandemen II PJBG antara HCML dengan PT. Inti Alasindo Enery sebesar 40 BBTUD selama 20 tahun.

SKK Migas sendiri berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Sejak 2003, pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata 9 persen per tahun.

Pada 2013, volume gas untuk memenuhi kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan ekspor. Tahun 2014 lalu, pasokan gas untuk domestik mencapai 59,8 persen sementara untuk ekspor sebesar 40,20 persen.

Sedangkan untuk tahun ini pemanfaatan gas untuk domestik diperkirakan akan naik menjadi 62,7 persen sementara untuk ekspor akan turun menjadi 37,3 persen. (gen)