"Kita lakukan ekspor bukan karena pasar sedang lesu, namun hal ini sudah kita rencanakan jauh-jauh hari. Pembicaraan dengan Honda Filipina juga sudah kami lakukan sejak lama, jadi ini bukan konsisi yang kami lakukan secara mendadak," ujar Executive Vice President PT AHM, Johannes Loman di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (26/5).
Memang diakui Johannes, penjualan motor Honda sempat menurun pada empat bulan pertama 2015 sebesar 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, ia mengatakan bahwa posisi pasar dalam negeri Honda masih kuat sehingga tak tepat apabila ekspor dilakukan semata-mata sebagai langkah antisipasi pelemahan pasar dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), angka penjualan sepeda motor dalam empat bulan pertama 2015 turun menjadi 2,1 juta unit, atau anjlok sebesar 21,46 persen apabila dibandingkan dengan realisasi penjualan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan capaian 2,71 juta unit.
Dengan adanya pelemahan penjualan di awal tahun, manajemen perusahaan tetap optimistis keadaan ekonomi membaik pada paruh kedua 2015. "Pelemahan penjualan karena masalah eksternal, harga komoditas turun sehingga penurunan daya beli banyak terdapat di luar Jawa. Tapi kami yakin ini temporer dan pasar akan tumbuh lagi di semester kedua," terang Johannes.
Sebagai informasi, pada hari ini PT AHM juga telah memulai ekspor varian Honda Beat dengan kapasitas mesin 100 cc dan memiliki kandungan lokal sebanyak 98,8 persen dari total penggunaan komponen. Kandungan lokal tersebut dihasilkan dari 94 perusahaan komponen lokal dengan modal dalam negeri dan 62 perusahaan komponen lokal dengan modal asing. (gir)