"Atas perintah Menteri Perdagangan kami juga mengeluarkan izin impor daging sapi potong secondary cut untuk ketahanan Bulog sebanyak 1.000 ton," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan di kantornya, Selasa (16/6).
Selain itu, kata Partogi, sebelumnya izin impor sapi bakalan juga telah diberikan kepada 11 perusahaan. Realisasinya, selama tiga bulan pertama 2015 sebanyak 100 ribu ekor sapi bakalan telah masuk ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemendag juga telah mengeluarkan izin impor sapi siap potong dengan kuota sebanyak 29 ribu ekor. Partogi menuturkan dibukanya keran impor daging sapi guna menstabilkan harga dan memastikan masyarakat tidak kesulitan memperoleh daging sapi.
Dalam penyalurannya, Partogi memastikan Kemendag akan memantau ketat distribusinya. "Pokoknya kita pakai 1.000 ton itu untuk dua bulan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rahmat Gobel menjelaskan impor merupakan alternatif terakhir yang diambil pemerintah ketika pasokan dalam negeri tidak mencukupi permintaan. Namun, jika pada perkembangannya ada daerah-daerah yang ternyata surplus produksi, maka prioritas utama adalah menyerap hasil daerah tersebut.
"Intinya ketika kita siap impor lalu ada daerah yang panen dan secara suplai mencukupi ya kita tidak harus impor," tuturnya. (gen)