“Kalau memang sudah waktunya untuk saya diganti. Itu adalah keputusan dan prerogratif dari Bapak Presiden. Apapun saya bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” tutur Rini sebelum menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6).
Lebih lanjut, Rini mengungkapkan kalau dia menjadi salah satu menteri yang akan didepak dari kabinet kerja, dia merasa bersyukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menyatakan Presiden Joko Widodo telah mengisyaratkan akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinetnya.
“Saya lihat isyaratnya, iya (akan melakukan reshuffle kabinet). Tapi saya tidak mau mendahului," ujar Buya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/6) kemarin.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Masinton Pasaribu menyatakan Presiden Jokowi harus segera bersikap atas hal tersebut. Menurut Masinton, seorang pejabat negara tidak boleh memiliki kewarganegaraan ganda. “Tidak boleh warganegara ganda karena loyalitasnya harus tunggal, harus ke NKRI,” kata Masinton. (gen)