“Pegawai itu memang penting, tetapi harus seimbang. Jumlah pegawai tidak boleh melebihi angka seharusnya. Selain itu kemajuan teknologi seharusnya mampu membantu proses kerja di perusahaan,” kata JK saat membuka Rapat Kerja Nasional Keuangan Daerah 2015, di Jakarta, Kamis (2/7).
Selain disebabkan oleh postur pegawai negeri yang terlalu gemuk, menurut JK di Yunani telah terjadi ketidakseimbangan antara pengusaha besar dan pengusaha kecil. Hal ini pula yang menjadi inspirasi pemerintah untuk menurunkan angka Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singkatnya, Yunani memiliki beban utang yang sangat besar mencapai 177 persen dari produk domestik bruto (PDB). Membuat negara ini sulit mengumpulkan uang yang dibutuhkan untuk melakukan pembayaran utang.
Namun, Yunani tak juga mampu menyelamatkan kondisi finansialnya. Keadaan ini berujung pada kegagalan Yunani untuk membayar utang jatuh tempo sebesar US$ 1,7 juta kepada IMF dengan tenggat waktu yang ditentukan, yaitu Selasa (30/6). Kondisi ini menjadikan Yunani sebagai negara maju pertama yang gagal membayar utang dan hanya hidup dari uang pinjaman untuk sementara waktu. (gen)