Pemerintah Prioritaskan Perekayasa Domestik di Poros Maritim
CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2015 10:03 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan memprioritaskan penggunaan tenaga perekayasa konstruksi dari dalam negeri terkait proyek-proyek infrastruktur maritim. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi impor barang-barang konstruksi dari mancanegara.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo mengatakan pihaknya akan merangkul tenaga-tenaga ahli dan profesional dalam negeri yang dijaring melalui Badan Pengkajian dan Badan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI).
"Jadi kalau kegiatan rekayasa itu dilaksanakan bukan oleh orang indonesia, nantinya procurement (pengadaan) barang dan jasa bisa dari luar semua, tapi kalau kegiatan engineering-nya dilakukan oleh orang indonesia sendiri nanti bisa memilih barang-barang apa yang sudah bisa dibuat di Indonesia," kata Indroyono usai menghadiri rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (6/7).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kementerian dan lembaga untuk membeli kapal hasil produksi dalam negeri. Tak lupa, ia minta industri galangan kapal mampu bekerja sama dengan investor.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur adalah kata kunci konektivitas ekonomi antarwilayah Indonesia agar bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama di seluruh sektor. Dengan demikian, pemerataan pembangunan bisa dirasakan rakyat di Pulau Sumatera sebagaimana terjadi di Pulau Jawa.
Add
as a preferred
source on Google
Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo mengatakan pihaknya akan merangkul tenaga-tenaga ahli dan profesional dalam negeri yang dijaring melalui Badan Pengkajian dan Badan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pembangunan infrastruktur adalah kata kunci konektivitas ekonomi antarwilayah Indonesia agar bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama di seluruh sektor. Dengan demikian, pemerataan pembangunan bisa dirasakan rakyat di Pulau Sumatera sebagaimana terjadi di Pulau Jawa.
Add
as a preferred source on Google