BPS: Neraca Perdagangan Juni Surplus US$ 477 Juta

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2015 13:48 WIB
Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 4,35 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin (kiri) didampingi Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo (kanan) memparkan kinerja ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan Februari di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/3). (Antara Foto/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Juni 2015, kali ini sebesar US$ 477 juta. Angka tersebut lebih rendah dari surplus bulan sebelumnya yang mencapai US$ 1,08 miliar.

Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 4,35 miliar, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang defisir US$ 1,15 miliar.

Badan Pusat Staitistik (BPS) melaporkan surplus Juni terbentuk karena ekspor nonmigas tercatat lebih tinggi US$1,59 miliar dibandingkan impor nonmigas. Sementara untuk neraca perdagangan migas defisitnya melebar, dari US$ 0,71 miliar pada Mei lalu menjadi US$ 1,12 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryamin, Kepala BPS menyebutkan nilai ekspor Indonesia pada Juni 2015 sebesar Rp US$ 13,44 miliar, meningkat 5,91 persen dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan ekspor Juni 2014, ekspor bulan lalu anjlok 12,78 persen.

Sementara untuk impor, lanjut Suryamin, nilainya 11,63 persen dari Mei menjadi US$12,96 miliar. Namun, jika dibandingkan dengan realisasi impor Juni 2014 turun 17,42 persen.

"Dari sisi volume perdagangan, pada Juni 2015 neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 26,77 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas 27,42 juta ton. Sebaliknya sektor migas defisit 0,64 juta ton," jelas Suryamin di kantornya, Rabu (15/7).

(ags/gen)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER