Seperti dikutip Reuters, Selasa (21/7), indeks MSCI yang merupakan bursa saham Asia Pasifik di luar Jepang, dibuka datar dan berjuang untuk mendapatkan keuntungan di awal perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan kecil ini menimbulkan kekhawatiran di Wall Street, meskipun tiga indeks utama mengalami kenaikkan dan Nasdaq Composite melanjutkan pembentukan rekor baru untuk yang ketiga kalinya. Sementara S&P 500 hanya berkurang 3 poin dari rekor penutupan pada 21 Mei yang mencapai 2.130,82.
"Penurunan harga emas konsisten dengan penurunan VIX (index volatilitas) dan kenaikan ekuitas yang membuat Nasdaq mencapai rekor tertinggi," ujar Kathy Lien, Direktur BK Asset Management.
"Ini sinyal untuk pedagang valas bahwa ada rasa tenang di pasar," katanya.
Kembali tenangnya pasar disebabkan pula oleh situasi yang lebih stabil di Yunani, di mana bank-bank dibuka kembali dan proses pelunasan utang miliaran euro kepada kreditor internasional mulai diproses. Kondisi ini tercipta pasca disepakatinya rencana kebijakan reformasi ekonomi baru sebagai persyaratan bailout lanjutan di zona euro.
Sementara itu, dolar AS melonjak ke level tertinggi sejak 23 April terhadap sejumlah mata uang utama. Euro naik tipis sekitar 0,1 persen pada hari ini menjadi US$ 1,0833, setelah terjerembab ke titik terendah sejak pertengahan April. Sementara terhadap yen, dolar stabil di level ¥124,29.
Pada perdagangan komoditas lainnya, harga minyak mentah berjangka terus tergelincir, tertekan oleh penguatan dolar dan kekhawatiran akan pasokan. (ags)