"Kita jaman dulu, mohon maaf, pejabatnya (asal) pasar bebas tanda tangan yang penting pasar bebas," tutur Rizal dalam Pembukaan Perkuliahan Tahun Ajaran Baru 2015/2016 Universitas Mercu Buana, Jakarta, Senin (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal mencatat Indonesia memiliki keunggulan di berbagai industri, di antaranya tekstil, telekomunikasi, bank pedesaan dan industri kreatif. Untuk industri tekstil, Rizal mencatat saingan Indonesia hanya Thailand di kawasan Asean.
Di bidang telekomunikasi, Rizal menganggap Indonesia bisa melebarkan sayap ke Myanmar dan Laos.
"Pasti kita jadi rajanya, saingan kita cuma Singapura," katanya.
Sementara di bidang bank pedesaan, Rizal memuji kinerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sukses memasarkan kredit umum pedesaaan (kupedes).
"Bank Rakyat Indonesia tadinya tidak ada apa-apanya asetnya hanya sepertiga dari Bank Mandiri dalam 10 tahun itu jadi bank paling besar di Indonesia Raya," kata Rizal.
Tak ayal, Rizal menanggapi dingin rencana bank pelat merah untuk bersaing dengan bank-bank di Singapura dan Malaysia. Pasalnya, bunga bank dalam negeri masih 7 persen sementara di Singapura hanya 1,5 persen.
"Jadi kalau bank-bank kita dipaksa berkompetisi di Singapura, Malaysia, sekarang ini kita pasti kalah. Kalau kami menyarankan agar bank-bank masuk ke Laos atau strategi ke negera-negara kecil dulu karena BRI pasti jadi rajanya," tuturnya. (ags/gen)