Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Garibaldi Thohir mencatat sepanjang paruh pertama 2015, penjualan batubara Adaro turun 6 persen menjadi 26,6 juta ton. Dari sisi produksi Adaro hanya menghasilkan 25,9 juta ton batubara, turun 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tidak selesai sampai disitu, harga rata-rata penjualan Adaro turun 13 persen secara tahunan (year on year/yoy) akibat tekanan yang terjadi pada harga pasar batubara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun mengaku telah berupaya menurunkan beban pokok pendapatan dengan nisbah kupas yang lebih rendah, melakukan efisiensi biaya angkut, serta membeli bahan bakar dengan harga yang lebih rendah dibandingkan perkiraan melalui lindung nilai, namun hal tersebut belum mampu mendongkrak laba bersih Adaro.
Perbaikan dan Antisipasi
Selain memangkas turun target produksi batubara tahun ini, pria yang kerap disapa Boy itu mengaku telah menginstruksikan penghematan dan disiplin biaya dalam seluruh lini bisnis perusahaan yang dipimpinnya. Ia yakin batubara akan tetap menjadi bahan bakar yang paling efisien dan berbiaya murah bagi pembangkit listrik, yang merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Adaro juga akan terus mengembangkan usaha non pertambangan batubara sekaligus meningkatkan kontribusinya, sehingga Adaro dapat bertahan dengan lebih baik dari siklus pasar batubara.
“Salah satunya dengan terus menjalankan rencana usaha masuk ke sektor ketenagalistrikan sekaligus berkontribusi dalam menciptakan nilai maksimum dari batubara Indonesia,” ujarnya. (gen)