RI Siap Tarik Utang US$ 16 miliar dari Bank Dunia dan ADB
Noor Aspasia Hasibuan | CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2015 09:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah bersiap menarik utang sebesar US$ 11 miliar dari Bank Dunia dan sebesar US$ 5 miliar dari Bank Pembangunan Asia (ADB) guna membiayai proyek-proyek infrastruktur.
"Ini sebenarnya utang-utang yang sudah komitmen lama, tapi ada unsur-unsur baru ADB untuk membantu kita lebih banyak, termasuk misalnya yang US$ 5 miliar, dan dari World Bank juga dengan proyek-proyeknya mereka akan kasih kita US$ 11 miliar," ujar Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden, Rabu (2/9).
Sofjan menjelaskan kedua pinjaman ini bersifat jangka panjang untuk mendanai proyek-proyek berdurasi hingga 30 tahun yang masuk dalam buku biru (blue book) Bappenas. Adapun bunga pinjaman keduanya dinilai ringan oleh pemerintah karena hanya berkisar 1 hingga 3 persen.
"Saya pikir semua bantuan pembiayaan infrastruktur diarahkan untuk diambil jangka panjang, multilateral yang cukup, dan bunganya ringan, rata-rata 1 sampai 3 persen (ADB), kalau World Bank 1 persen untuk 30 tahun, gross rate 10 tahun," ujar Sofjan.
"Tapi tetap ya dana prioritas kita ambil dari APBN, ini kan pinjaman ini untuk tambahan," Sofjan melanjutkan. (ags)
Sofjan menjelaskan kedua pinjaman ini bersifat jangka panjang untuk mendanai proyek-proyek berdurasi hingga 30 tahun yang masuk dalam buku biru (blue book) Bappenas. Adapun bunga pinjaman keduanya dinilai ringan oleh pemerintah karena hanya berkisar 1 hingga 3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tetap ya dana prioritas kita ambil dari APBN, ini kan pinjaman ini untuk tambahan," Sofjan melanjutkan. (ags)