“Harga avtur di Singapura dari berbagai ketentuan seperti pajak dan sebagainya bisa lebih rendah sekitar 10-15 persen. Memang kami harus menurunkan harga itu supaya bisa kompetitif dengan Singapura,” ujar Dwi di Istana Kepresidenan, Selasa petang (8/9).
Menurut Dwi, satu-satunya cara untuk dapat menekan harga avtur adalah dengan melakukan efisiensi dalam proses produksi di kilang yang saat ini tengah dikerjakan perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan bos PT Semen Indonesia Tbk itu menambahkan, kalau pemerintah ingin harga avtur lebih rendah lagi tentunya bisa membantu perusahaan pelat merah yang dipimpinnya untuk menekan biaya-biaya tambahan di luar ongkos produksi.
Sementara Sekretaris Kabinet Pramono Anung berpendapat jika Pertamina berhasil menjalankan perintah Presiden untuk menurunkan harga avtur, maka secara otomatis penjualan avtur Pertamina juga akan meningkat.
“Pesawat-pesawat yang selama ini transit di Singapura untuk mengisi bahan bakar bisa memilih ke Indonesia. Baik Emirates, Qatar, Etihad, dan pesawat lain yang melakukan perjalanan panjang terutama dari Eropa ke Asia. Kalau bisa dilakukan, tentu manfaatnya bukan hanya dirasakan Pertamina tetapi juga industri penerbangan dan pariwisata,” kata Pramono. (gen)