Reuters mewartakan, Jumat (11/9), saham Apple ( AAPL.O ) naik sebesar 2,2 persen menjadi US$ 112,57 menyusul dirilisnya Phone dan iPad edisi baru. Saham Apple berbalik positif dan menjadi motor utama Wall Street setelah pada hari sebelumnya mengalami kerugian.
Penyokong terbesar kedua setelah Apple adalah perusahaan biotek, Gilead (GILD.O ) yang naik 3,3 persen ke level US$ 107,25.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini terjadi perang besar, dan jelas investor sedang gelisah menghadapi rencana kenaikan suku bunga," ujar Mark Luschini, Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott di Philadelphia.
" Ini tidak tampak seolah-olah kita memiliki gelombang permintaan ke bursa saham, yang dapat mendorong pasar secara signifikan," kata Luschini melanjutkan.
Di tengah tidakpastian seputar pertemuan The Fed, data pasar tenaga kerja AS menunjukkan perkembangan positif, di mana pada awal September semakin sedikit warga AS yang mengajukan tunjangan mingguan pengangguran. Sementara itu, harga-harga barang yang diimpor menunjukkan penurunan pada bulan lalu.
David Tepper, fund manager dari Appaloosa Management mengatakan kepada CNBC bahwa pendapatan perusahaan mungkin tidak naik sebanyak seperti yang diharapkan pada tahun depan.
Saham Krispy Kreme Doughnuts (KKD.N) turun 11,7 persen menjadi US$ 15,65 sehari setelah perusahaan donat itu memangkas proyeksi laba 2016.
Begitu juga dengan saham Avon Products ( AVP.N ) yang membalikkan keuntungan sebelumnya karena terkoreksi 9,5 persen menjadi US$ 4,10. (ags)