Selain itu, kedua perusahaan juga menyepakati perjanjian penyewaan fasilitas penyimpanan BBM atau Fuel Facilities Agreement (FFA) berkapasitas 60 ribu metric ton (MT) dan 2 Jetty dengan kapasitas 1,4 juta kl per tahun milik anak usaha Adaro, PT Indonesia Bulk Terminal (IBT) di Mekar Putih, Pulau Laut, Kota Baru, Kalimantan Selatan.
"Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari MoU yang diadakan di kantor Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) beberapa waktu lalu. Dengan adanya kesepakatan ini Adaro menjadi konsumen terbesar Pertamina sesudah PLN," ujar Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina pada acara penandatanganan nota kerjasama dengan PT Adaro Energy di Jakarta, Jumat (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kerjasama ini merupakan kegiatan yang terintegrasi. Jadi gak hanya supply, tapi juga bisa menghemat kegiatan operasi," tuturmua.
"Ke depan kami juga berencana menjadikan fasilitas penyimpanan di Pulau Laut sebagai hub Pertamina untuk memasok BBM ke wilayah Indonesia timur. Jadi Pertamina akan memanfaatkan fasilitas yang kami punya," kata Garibaldi. (ags)