"Kalau menggunakan metode penyusutan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Riau, terjadi penyusutuan sekitar 8 persen atau potential loss-nya itu sekitar Rp 20 triliun," ujar Viator Butarbutar, Wakil Ketua Umum Kadin Riau kepada CNN Indonesia, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor usaha yang paling terpukul, lanjut Viator, adalah sektor perkebunan dan kehutanan; serta jasa-jasa, perhotelan dan perdagangan. Kedua sektor ini merupakan penyumbang PDRB terbesar Riau setelah sektor pertambangan, minyak dan gas (migas).
"Kedua sektor usaha itu menyumbang sekitar 48 persen PDRB Riau," katanya.
"Bahkan sudah ada warning dari Syahbandar agar kapal-kapal berhati-hati. Praktis hanya transportasi darat yang masih jalan, itu pun sangat lambat," tuturnya.
Viator menambahkan, bencana kebakaran hutan dan kabut asap saat ini merupakan yang paling parah yang pernah dialaminya.
"Kami akan bertemu dengan semua asosiasi untuk inventarisir apa-apa yang bisa dilakukan pemerintah terkait kerugian dunia usaha ini," tuturnya. (ags)