BPS: Harga Beras dan Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar RI

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2015 14:54 WIB
BPS: Harga Beras dan Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar RI Petugas menunjukkan barang bukti rokok ilegal di pabrik rokok ilegal di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (11/6) malam. (Antara Foto/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kenaikan harga sejumlah komoditas melahirkan 860 ribu orang miskin baru di Indonesia dalam enam bulan. Beras dan rokok masih menjadi penyumbang terbesar kemiskinan di Tanah Air selama periode September 2014 hingga Maret 2015.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan selama periode survei (September 2014-Maret 2015) komoditi makanan memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Salah satunya adalah beras, yang  menyumbang kemiskinan sebesar 23,49 persen di perkotaan dan 32,88 persen di perdesaan.

"Paling besar yang memberikan pengaruh terhadap kemiskinan memang adalah komoditi makanan. Posisi pertama itu adalah beras. Jadi ketika memang harga beras naik, itu orang miskin langsung terpukul," kata Suryamin dalam konferensi pers, di Kantor BPS Pusat, Selasa (15/9).


Setelah beras, lanjut Suryamin, kontributor kemiskinan terbesar kedua adalah rokok kretek filter. Barang konsumsi ini tercatat menyumbang 8,24 persen di perkotaan dan 7,07 persen di pedesaan.

"Rokok memang tidak punya kalori‎, tapi dia ada pengaruh besar makanya tetap dihitung dalam pengeluaran," lanjut Suryamin.

Menurutnya, setiap bulan harga rokok terus meningkat meskipun kenaikannya tidak terlalu besar. Namun, kenaikan harga produk hasil tembakau ini punya pengaruh besar terhadap angka kemiskinan.

"Karena itu pemerintah harus mampu mengontrol harga beras dan rokok karena sangat berpengaruh terhadap inflasi," tuturnya.

Bahan pangan lainnya yang turut menyumbang angka kemiskinan adalah telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, gula pasir, roti manis/roti lainnya, tempe, tahu, dan kopi.  

Sementara komoditi bukan makanan yang turut memberikan sumbangan kemiskinan besar adalah perumahan 9,52 persen, bensin 3,15 persen, listrik 3,02 persen, pendidikan 2,46 persen dan perlengkapan mandi 1,50 persen. (ags/gen)
bps