Kepala BPS Suryamin menjelaskan selama periode survei (September 2014-Maret 2015) komoditi makanan memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Salah satunya adalah beras, yang menyumbang kemiskinan sebesar 23,49 persen di perkotaan dan 32,88 persen di perdesaan.
"Paling besar yang memberikan pengaruh terhadap kemiskinan memang adalah komoditi makanan. Posisi pertama itu adalah beras. Jadi ketika memang harga beras naik, itu orang miskin langsung terpukul," kata Suryamin dalam konferensi pers, di Kantor BPS Pusat, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu pemerintah harus mampu mengontrol harga beras dan rokok karena sangat berpengaruh terhadap inflasi," tuturnya.
Bahan pangan lainnya yang turut menyumbang angka kemiskinan adalah telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, gula pasir, roti manis/roti lainnya, tempe, tahu, dan kopi.
Sementara komoditi bukan makanan yang turut memberikan sumbangan kemiskinan besar adalah perumahan 9,52 persen, bensin 3,15 persen, listrik 3,02 persen, pendidikan 2,46 persen dan perlengkapan mandi 1,50 persen. (ags/gen)