Darmin mengatakan saat ini yang menjadi fokus pemerintah adalah perhitungan harga BBM yang tepat termasuk selisih kerugian yang harus ditanggung PT Pertamina (Persero) saat menahan harga BBM di bawah harga keekonomian.
"Tidak ada target berapa-berapa (harganya) yang penting adalah melakukan perhitungan dan kalkulasi yang tepat. Apa yang bisa dilakukan, jadi tidak ada target harus turun dan kita akan hitung dan bicara dengan Pertamina yang bisa dilakukan apa," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau PPN 10 persen memang untuk semua BBM, tapi kalau PBBKB tergantung provinsinya, rata-rata 5 persen," ujarnya.
Sebelumnya manajemen Pertamina menyarankan agar pemerintah dapat memangkas sementara pungutan pajak agar penurunan harga BBM bisa dilakukan. Sebab pemerintah menganggap penurunan harga BBM ini dapat mempercepat laju ekonomi Indonesia. (gen)