"Harga BBM masih dalam proses perhitungan. BBM bisa berupa premium, solar, atau lainnya. Avtur juga bisa," ujar Jokowi di Balaraja Barat, Tangerang, Banten, Senin (5/10).
Tak hanya soal harga BBM, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan pemerintah akan menghitung ulang tarif dasar listrik yang berlaku saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Jokowi memastikan bahwa semua harga tersebut akan diputuskan pekan ini.
Seperti diketahui, menyusul kerugian yang dialami PT Pertamina (Persero) akibat menjual premium dan solar subsidi di bawah harga keekonomian beberapa waktu lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menetapkan bahwa harga jual dua jenis BBM tersebut tak mengalami perubahan meski harga minyak dunia tengah anjlok.
Penetapan itu sendiri diambil Sudirman agar manajemen Pertamina mampu mengutip untung pada periode Oktober hingga Desember 2015 untuk menutupi kerugian yang diklaim mencapai Rp 14,8 triliun.
Merespons kebijakan tersebut, Jokowi mendesak agar mantan petinggi divisi pengadaan Pertamina, Integrated Supply Chain (ISC) itu mengevaluasi ulang penetapan harga jual BBM lantaran saat ini harga minyak dunia sudah berada di level US$ 46 per barel.
“Coba dihitung lagi. Meskipun kemarin sudah diumumkan, tapi ini negara sedang membutuhkan. Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin yang namanya premium itu diturunkan meskipun sedikit,” kata Jokowi. (gen)