"Indonesia di pameran ini (Infra Oman) meraih penjualan senilai US$ 2,41 juta. Kini di Oman, Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor building material,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia, dikutip Rabu (14/10).
Pameran Infra Oman merupakan salah satu pameran building material dan konstruksi terbesar di kawasan Timur Tengah. Tahun ini, pameran itu berlangsung selama 5-7 Oktober di Muscat, Oman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Produk Indonesia disukai karena faktor harga yang bersaing dan produknya yang berkualitas. Kemendag optimistis Oman akan menjadi pangsa pasar building material dan infrastruktur yang sangat potensial,” ujarnya.
Senior Manajer PT Muliakeramik Indah Raya Hardjo Hiu yang perusahaannya ikut dalam pameran Infra Oman mengaku kaget dengan antusiasme perusahaan besar Oman yang tertarik bekerja sama dengan perusahaan Indonesia. Pasalnya, Indonesia belum begitu dikenal sebagai negara yang mampu memproduksi produk building material dan infrastruktur yang berkualitas.
“Sampai saat ini sudah ada enam perusahaan Oman yang ingin menjadi agen. Kami akan pertimbangkan perusahaan yang terbaik,” kata Hardjo.
Sebagai informasi, ekspor building material ke Oman mengalami pertumbuhan positif sebesar 72,91 persen dalam lima tahun terakhir. Bahkan, selama periode Januari-Juli 2015, ekspor produk building material Tanah Air tercatat sebesar US$ 2,67 juta atau melonjak 653,32 persen dari US$ 355 ribu.
Penyebab kenaikan tersebuat adalah melonjaknya permintaan produk other tube/pipe fittings (couplings) dari hanya 1 ton dengan senilai US$ 29 ribu menjadi 11 ton senilai US$ 571 ribu. (gen)