IHSG Diyakini Kembali Menikmati Angin Segar Pelemahan Dolar
Giras Pasopati | CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2015 07:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya wijaya memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak pada kisaran 4.501-4.640 setelah kemarin ditutup menguat 15 poin (0,35 persen) ke level 4.585.
“IHSG dibarengi oleh capital inflow yang mulai perlahan masuk, membentuk pola kenaikan jangka menengah. Sehingga target resistance terdekat saat ini berada pada level 4640 dan wajib di tembus untuk memperkokoh pola uptrend,” ujar William dalam riset, dikutip Rabu (21/10).
William meramalkan pergerakan IHSG akan diwarnai oleh kenaikan dalam beberapa waktu ke depan dengan kecenderungan akan terjadi rally naik, serta berpotensi menuju target diatas 5000 dalam waktu dekat.
“Kondisi tersebut akan ditunjang oleh kondisi perbaikan ekonomi dalam negeri, termasuk perbaikan ekonomi kawasan/regional, ditambah terus tertekannya dolar Amerika Serikat yang memberikan angin positif sehingga terjadi penguatan nilai tukar di beberapa mata uang kawasan termasuk Indonesia,” jelasnya.
Selain faktor-faktor di atas, ia juga menyebut penguatan harga minyak belakangan ini akan mendongkrak pasar komoditi yang akan memperbaiki kinerja emiten di sektor tersebut.
“Indonesia dapat dikatakan cukup dipengaruhi oleh harga komoditas, jadi hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan,” kata William. (gen)
“IHSG dibarengi oleh capital inflow yang mulai perlahan masuk, membentuk pola kenaikan jangka menengah. Sehingga target resistance terdekat saat ini berada pada level 4640 dan wajib di tembus untuk memperkokoh pola uptrend,” ujar William dalam riset, dikutip Rabu (21/10).
William meramalkan pergerakan IHSG akan diwarnai oleh kenaikan dalam beberapa waktu ke depan dengan kecenderungan akan terjadi rally naik, serta berpotensi menuju target diatas 5000 dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain faktor-faktor di atas, ia juga menyebut penguatan harga minyak belakangan ini akan mendongkrak pasar komoditi yang akan memperbaiki kinerja emiten di sektor tersebut.
“Indonesia dapat dikatakan cukup dipengaruhi oleh harga komoditas, jadi hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan,” kata William. (gen)