Apabila diakumulasi sejak awal tahun atau year to date (YTD), laba bersih perusahaan minyak dan gas bumi pelat merah itu per September 2015 mencapai US$ 914 juta atau baru 53,7 persen dari target tahun ini US$ 1,7 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA), Pertamina mengantongi US$ 1,23 miliar pada kuartal III.
Arief Budiman, Direktur Keuangan Pertamina menambahkan peningkatan margin EBITDA perseroan pada kuartal III 2015 tak lepas dari upaya manajemen melakukan efesiensi di sejumlah lini bisnis melalui pengurangan belanja operasional (operational expenditure).
Sampai dengan akhir September, jelas Arief, Pertamina berhasil menghemat US$ 430 juta melalui program efesiensi tersebut.
"Salah satunya dengan mengurangi kegiatan pengembangan di hulu, tapi tidak banyak. Ini karena sektor hulu merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi Pertamina," jelas Arief.
Revisi Target
Menyusul anjloknya harga minyak dunia dan depresiasi kurs, Arief mengatakan perseroan merevisi target pendapatan berikut laba bersih untuk tahun ini.
Ia mengatakan, tahun ini pendapatan Pertamina diprediksi hanya sebesar US$ 40 miliar, dengan perolehan laba bersih di kisaran US$ 1 miliar sampai dengan US$ 1,2 miliar.
"Jadi yang masih menjadi fokus kami adalah masih tetap melakukan upaya efisiensi, tapi tidak akan terlalu ekstrem juga agar tidak membahayakan posisi keuangan Pertamina," tutur Arief. (ags/gen)