Bambang memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini hanya akan mencapai 85-87 persen dari target APBNP 2015 yang ditetapkan sebesar Rp 1294,3 triliun.
"Isunya sangat berat sampai akhir tahun. Kami akan menjaga defisit dalam level yang diperbolehkan. Level aman berarti di bawah 3 persen. Kami terus berupaya kuat untuk menggenjot penerimaan pajak," ujar Bambang di kantornya, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti adalah penghematan di operasional. Itu artinya yang tidak perlu ya tidak usah. Dan itu sudah diberitahukan ke K/L lainnya, efisiensi harus dilakukan," ujar Suahasil.
"Semua masuk kedalam proses penyerapan setiap tahun kita mengalami yang namanya belanja tidak akan terserap 100 persen, kita balance semuanya," ujar Suahasil.
Pemerintah sendiri memproyeksikan defisit anggaran tahun ini akan berada di level 2,23 persen, kendati demikian Suahasil mengatakan pemerintah akan tetap menjaga defisit anggaran agar tidak melebihi 3 persen dari PDB.
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga 4 November 2015 baru bisa memungut pajak sebanyak Rp 774,4 triliun atau 59,84 persen dari target tahun ini Rp 1.294 triliun.
Untuk menjaga defisit pemerintah pun akan menarik pinjaman US$ 5 miliar dari beberapa sumber seperti lembaga keuangan bilateral maupun multilateral. (gen)