"Saya itu orang yang heran dengan industri airlines. Kenapa kok ingin tiket bersaing murah-murahan sampai tidak masuk akal. Sampai sekarang saya tidak mengerti. Mungkin saya kurang cerdas," jelas Menhub usai membuka Konferensi Asosiasi Penerbangan Asia Pasifik (AAPA) di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/11).
Menurutnya, dari semua jenis moda transportasi, hanya pesawat udara dan kereta api yang jumlah penumpangnya terus meningkat. Sebaliknya, penumpang kapal laut dan bus justru berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonan menambahkan, keselamatan angkutan seharusnya menjadi prioritas utama bagi setiap operator angkutan umum. Dia menegaskan, tidak ada kompromi soal itu.
Kelebihan Kapasitas
Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk M. Arif Wibowo melaporkan, jumlah penumpang pesawat udara di kawasan Aisa Pasifik menembus 206,1 juta hingga September 2015, tumbuh 8,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sayangnya, pendapatan rata-rata maskapai di kawasan tersebut justru turun sekitar 2,1 persen karena masalah kelebihan kapasitas pesawat.
"Kami mengalami oversupply karena depresiasi mata uang dan kompetisi. Semua maskapai berupaya untuk mendapatkan market share dengan cara menurunkan harga," jelasnya.
Arif mengatakan, persaingan ketat industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik juga tak lepas dari semakin dominannya maskapai-maskapai raksasa asal Timur Tengah di kancah global.
"Dan satu lagi, kami lagi menghadapi persaingan middle east carrier, kan lagi ramai sama AS. Jadinya sebagian men-deploy pesawat mereka ke Asia semua. Terakhir juga banyak yang melakukan strategi joint venture antar-maskapai besar," tuturnya. (ags)