Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman mengatakan pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendanai beberapa proyek yang sudah dicanangkan manajemen. Antara lain untuk membiayai proyek perluasan pabrik Feronikel Pomalaa dan dipakai untuk beberapa keperluan perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, manajemen Antam mengaku telah menerima dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 3,5 triliun melalui mekanisme penerbitan saham baru perusahaan atau rights issue.
"Dari total dana hasil rights issue sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5,4 triliun ini, sebesar Rp 3,5 triliun akan dipergunakan untuk penyelesaian pembangunan Proyek Pabrik Feronikel Haltim Tahap I yang akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel sebesar 13.500 sampai 15.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) per tahun,” ujar Tedy Senin (26/10). (ags)