"Jumlah (kerugian negara) tersebut meningkat 132 persen dibandingkan penyelesaian berkas penyidikan hingga 15 November 2014, yang berjumlah 31 berkas perkara," kata
Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Mekar Satria Utama di Jakarta, Rabu (18/11).
Dia menjelaskan, peningkatan jumlah berkas perkara tersebut menunjukkan komitmen DJP menindak tegas para pengemplang pajak dan para penerbit faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, ikut disita satu unit apartemen di Central Park, satu unit apartemen Residen 8 Senopati, satu rukan di Grand Galaxy City serta sejumlah kendaraan mewah termasuk satu Mitsubishi Pajero Sport, satu Jeep Wrangler, satu VW Golf, dan satu motor Harley Davidson.
Konsultan Pajak Terlibat
Satria menyayangkan dari beberapa kasus penanganan tindak pidana di bidang perpajakan tersebut, ditemukan adanya keterlibatan konsultan pajak baik yang memiliki izin maupun yang tidak memiliki izin resmi.
"Oleh karena itu, perlu adanya sinergi yang positif antara Direktorat Jenderal Pajak, Wajib Pajak, dan Konsultan Pajak dalam rangka mendukung penerimaan pajak yang menjadi tulang punggung APBN," tuturnya. (antara)