Lantaran masih berada jauh di bawah pagu yang dipatok, Sudirman memprediksi serapan anggaran tahun ini hanya akan berada di angka 65 persen.
“Belajar dari 2015 lalu kita ada banyak kendala termasuk ketidaksiapan dokumen pelaksanaan. Mulai dari dokumen persiapan tidak lengkap dan masalah sosial. Belum lagi soal penolakan warga terhadap stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan pembangunan proyek lainnya,” kata Sudirman di Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kemarin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal itu, mantan Bos PT Pindad (Persero) meminta Komisi VII menyetujui diberikannya anggaran sebesar Rp 765,7 miliar yang sejatinya merupakan selisih anggaran dalam pembahasan di 19 Oktober 2015.
"Kami sudah kirim surat kepada Komisi VII untuk bisa memakai selisih anggaran 2015 untuk digunakan di 2016," tuturnya.
Menanggapi usulan itu, Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika mengatakan masih melakukan pembahasan di internal guna menyetujui usulan tersebut.
"Belum. Dan kalau pun disetujui masuknya di APBNP 2016," ujar Kardaya. (gen)