Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy mengaku memiliki sudut pandang sendiri atas prospek bisnis otomotif ke depan. Menurutnya tren penjualan mobil Honda selama beberapa tahun ke depan masih akan didominasi segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Low Sport Utility Vehicle (SUV). Hal ini terjadi karena motivasi masyarakat Indonesia dalam membeli mobil, lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan.
"Menurut survei yang kami lakukan, kebutuhan mobil berjenis tujuh tempat duduk (seater) tak terelakkan. Karena pelanggan mobil di Indonesia itu membeli mobil sesuai dengan karakternya. Sedan sudah jelas berbeda jauh dengan MPV," ujar Jonfis di Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Jonfis sendiri masih belum yakin apakah prediksinya bisa mengenai sasaran atau tidak.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal Gaikindo Noergadjito mengatakan kalau Gaikindo tengah meminta pemerintah untuk menurunkan PPNBM dari angka 30 persen saat ini untuk meningkatkan penjualan sedan domestik. Hal itu dianggap penting demi menarik minat prinsipal otomotif untuk memproduksi mobil sedan di Indonesia.
Jika produksi mobil sedan meningkat, maka ada kesempatan Indonesia bisa mengekspor mobil sedan selain jenis MPV. Pasalnya, menurut Noegardjito, mobil yang kebanyakan beredar di luar negeri adalah jenis SUV dan sedan.
"Kini terserah pemerintah, kalau mau perbesar ekspor dan bisa menyaingi Thailand ya kurangi PPNBM," terangnya pada pertengahan November lalu. (gen)