PII Bidik Penjaminan Proyek Infrastruktur Sosial Rp 2,5 T
CNN Indonesia
Kamis, 17 Des 2015 17:21 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) menargetkan dapat menyediakan penjaminan senilai Rp 2,5 triliun bagi proyek-proyek infrastruktur sosial tahun depan.
Direktur Utama PII Sinthya Roesly mengatakan penjaminan infrastruktur sosial ini merupakan yang pertama kalinya sepanjang enam tahun perusahaan berdiri. Proyek tersebut sekaligus menandakan pertama kalinya perusahaan menjaminkan proyek-proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
"Ada banyak proyek sosial infrastruktur untuk tahun depan. Sebenarnya ini bukan kami yang minta, tapi dari Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) sendiri yang ingin kami menjaminkan proyek mereka," terang Sinthya di Jakarta, Kamis (17/12).
Beberapa proyek yang akan dijaminkan perusahaan pada tahun depan adalah proyek Aquatic Center dan stadion yang berlokasi di Bali dengan nilai Rp 1,5 triliun. Selain itu perusahaan juga menjamin proyek perluasan Rumah Sakit Dr. Pirngadi di Medan, Sumatera Utara dengan nilai proyek Rp 250 miliar.
Perusahaan juga akan menjaminkan proyek fasilitas Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan dengan nilai proyek Rp 1,8 triliun, dimana permintaan penjaminan datang dari Gubernur Sumatera Selatan.
"Tapi karena ini proyek infrastruktur sosial, jadi nilainya tak sebesar apa yang biasanya kami pegang. Namun sesuai dengan instruksi Menteri Keuangan, kami tidak akan fokus dalam besar-besaran nilai proyek namun lebih ke arah infrastruktur yang kami pandang berkualitas," ujarnya.
Palapa Ring Rp 116 Triliun
Di samping infrastruktur sosial, perusahaan juga kini sedang meproses penjaminan tiga proyek jalan tol yaitu Samarinda-Balikpapan, Manado-Bitung, dan Pandaan-Malang dengan nilai Rp 24 triliun. Bahkan, Sinthya juga mengatakan tengah menindaklanjuti penjaminan proyek Palapa Ring dengan estimasi nilai Rp 116 triliun.
"Untuk penjaminan Palapa Ring kita tunggu pemenang bidding di akhir tahun ini. Kami dengar sudah ada delapan bidder yang mengajukan pelaksanaan proyek ini," tutur Sinthya.
Hingga saat ini, perusahaan telah memberi jaminan terhadap enam proyek yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang dengan nilai Rp 40 triliun, PLTU Sumatera Selatan 9 dan 10 dengan nilai proyek Rp 55 triliun, Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Umbulan dengan nilai proyek Rp 519,5 miliar, SPAM Lampung dengan nilai Rp 700 miliar, dan Jalan Tol Pasir Koja-Soreang. Keenam proyek ini dipilih perusahaan setelah adanya 36 permintaan penjaminan yang diserahkan oleh PJPK. Add
as a preferred
source on Google
Direktur Utama PII Sinthya Roesly mengatakan penjaminan infrastruktur sosial ini merupakan yang pertama kalinya sepanjang enam tahun perusahaan berdiri. Proyek tersebut sekaligus menandakan pertama kalinya perusahaan menjaminkan proyek-proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
"Ada banyak proyek sosial infrastruktur untuk tahun depan. Sebenarnya ini bukan kami yang minta, tapi dari Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) sendiri yang ingin kami menjaminkan proyek mereka," terang Sinthya di Jakarta, Kamis (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan juga akan menjaminkan proyek fasilitas Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan dengan nilai proyek Rp 1,8 triliun, dimana permintaan penjaminan datang dari Gubernur Sumatera Selatan.
Di samping infrastruktur sosial, perusahaan juga kini sedang meproses penjaminan tiga proyek jalan tol yaitu Samarinda-Balikpapan, Manado-Bitung, dan Pandaan-Malang dengan nilai Rp 24 triliun. Bahkan, Sinthya juga mengatakan tengah menindaklanjuti penjaminan proyek Palapa Ring dengan estimasi nilai Rp 116 triliun.
"Untuk penjaminan Palapa Ring kita tunggu pemenang bidding di akhir tahun ini. Kami dengar sudah ada delapan bidder yang mengajukan pelaksanaan proyek ini," tutur Sinthya.
Hingga saat ini, perusahaan telah memberi jaminan terhadap enam proyek yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang dengan nilai Rp 40 triliun, PLTU Sumatera Selatan 9 dan 10 dengan nilai proyek Rp 55 triliun, Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Umbulan dengan nilai proyek Rp 519,5 miliar, SPAM Lampung dengan nilai Rp 700 miliar, dan Jalan Tol Pasir Koja-Soreang. Keenam proyek ini dipilih perusahaan setelah adanya 36 permintaan penjaminan yang diserahkan oleh PJPK. Add
as a preferred source on Google