"Terus terang karena issue tentang Dana Ketahanan Energi (DKE) ini baru digulirkan jadi kami di APBI belum sempat membahasnya apalagi sebagian besar sudah pada cuti," ujar Sekretaris Jenderal APBI Hendra Sinadia di Jakarta, Rabu (30/12).
Seperti diketahui selain memungut DKE penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar, pemerintah juga ingin memungut Dana Ketahanan Energi (DKE) dari seluruh bahan bakar fosil termasuk komoditas batubara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mana secara substansi premi pengurasan akan dipungut dari sisi hulu pada proses industri energi fosil yang nantinya dibebankan kepada produsen.
Menanggapi hal tersebut, APBI meminta pemerintah menjelaskan secara detil dan gamblang rencana pungutan DKE atas penjualan batubara. Sebab, perusahaan-perusahaan batubara saat ini tengah terjepit rendahnya harga jual di pasar akibat susutnya permintaan dunia.
"Sebelum kebijakan DKE diumumkan setahu saya APBI tidak dimintai pendapat. Dalam info ESDM beberapa waktu lalu disebutkan DKE itu juga antara lain untuk mengembangkan eksplorasi. Nah itu mungkin yang perlu diluruskan karena selama ini aktivitas eksplorasi justru terkendala sebagian besar karena kebijakan pemerintah yang tidak mendukung," tandas Hendra. (gen)