Mengaku Salah, Bos VW Minta Maaf Atas Skandal Emisi Diesel

Agust Supriadi, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 04:34 WIB
Mengaku Salah, Bos VW Minta Maaf Atas Skandal Emisi Diesel Seorang pria melintas di depan papan reklame Volkswagen. ( REUTERS/Anindito Mukherjee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Volkswagen (VW) Matthias Müller meminta maaf kepada masyarakat dan otoritas Amerika Serikat (AS) atas kecurangan tes emisi mobil diesel pabrikannya. Pernyataan itu disampaikan Müller dalam kunjungan resmi perdananya ke ke Negeri Paman Sam sejak skandal emisi itu terbongkar pada September 2015.

"Kami tahu bahwa kami telah mengecewakan pelanggan, pemerintah, regulator dan masyarakat Amerika pada umumnya," ujar Müller pada pameran otomotif Detroit, seperti dilansir The Guardian, Senin (11/1).

"Kami, saya, benar-benar minta maaf untuk itu dan saya ingin meminta maaf sekali lagi atas kesalahan Volkswagen," tambahnya.


Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memenangkan kembali kepercayaan publik terhadap produk otomotif VW. "Ini bukan hanya soal mobil kami yang harus diperbaiki. Kami juga harus memperbaiki kredibilitas VW," ucap Müller.


Perusahaan otomotif yang berbasis di Wolfsburg, Jerman ini mengaku telah menginstal perangkat lunak pada sekitar 11 juta mobil diesel VW, Audi, SEAT serta merek Skoda di seluruh dunia guna membantu mereka menghindari standar emisi.

Skandal ini terbongkar oleh regulator AS dan menghancurkan reputasi VW serta melahirkan sejumlah investigasi serupa di beberapa negara.

Pemerintah AS kemudian menggugat prinsipal Jerman itu terkait manipulasi perangkat emisi pada hampir 600 ribu kendaraan merk VW, Audi dan Porsche, yang telah terjual dan mengaspal di AS sejak 2009 hingga 2015.

Dalam gugatannya, otoritas AS tak hanya menuduh VW sengaja melanggar peraturan udara bersih, tetapi juga menuding perusahaan itu menghambat penyelidikan dengan menyembunyikan fakta dan memberikan informasi yang menyesatkan.


Namun, Müller kepada wartawan bersikeras bahwa, "VW bukan merek kriminal atau kelompok kriminal".

Volkswagen mengakui telah membuat kesalahan teknis yang sangat besar, tapi ia menyatakan tak ada niat untuk menipu masyarakat maupun regulator di AS.

Sejauh ini, proses ganti rugi kepada konsumen di AS berjalan cukup baik, meski VW harus menggelontorkan dana lebih dari US$ 20 miliar.

Selain itu, Volkswagen juga harus menarik kembali (recall) mobil-mobilnya setelah menghadapi setidaknya 650 tuntutan pranata hukum (class action) dari para pelanggannya di Negeri Paman Sam.

Ketika ditanya tentang denda, Müller menyindir orang-orang yang setiap harinya menuntut ganti rugi lebih tinggi dari estimasi perusahaan.


Mueller menegaskan, VW akan memenuhi panggilan pejabat tinggi Badan Pelestarian Lingkungan (EPA) Amerika, Gina McCarthy pada Rabu mendatang di Washington.

"Kami akan menawarkan beberapa solusi dan kami akan melihat reaksinya seperti apa," katanya.

"Kami memiliki solusi teknis yang sesuai. Kami akan menawarkan solusi dalam waktu yang sangat singkat. "

Sayangnya, Mueller enggan merinci lebih jauh soal paket solusi yang akan ditawarkannya. Namun, ketika menjawab pertanyaan AFP mengenai kemungkinan membeli kembali (buyback) lebih dari 100 ribu unit kendaraan terdampak di AS, ia mengatakan, "itu adalah bagian dari solusi yang kami ingin diskusikan dengan Ibu McCarthy."

Koran Jerman, Bild am Sonntag melaporkan pada Minggu (10/1) bahwa insinyur VW telah datang ke AS dengan membawa solusi teknis untuk mengatasi permasalahan sekitar 430 ribu mobil diesel. Solusinya, kendaraan-kendaraan itu akan dipasang kembali dengan catalytic converter yang baru guna memenuhi standar emisi AS.

Müller menambahkan Volkswagen akan meningkatkan investasinya di AS sebesar US$900 juta untuk memproduksi kendaraan SUV jenis baru berukuran sedang.

Modal jutaan dolar itu, lanjut Müller, akan ditanam pada pabrik VW di Chattanooga, Tennessee, AS dan diyakini akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk sekitar 2.000 orang. (ags/ags)