Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2016 tercatat turun 3,15 persen ke level US$30,46 dibandingkan pengiriman Februari 2016.
“Kami akan terus melihat tekanan turun pada harga minyak di 2016 karena ada banyak minyak di pasar dan tidak begitu banyak permintaan," kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol di Davos, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat ada tekanan turun pada harga minyak sepanjang 2016, namun kami dapat melihat harga akan mulai meningkat pada akhir 2017. Harga minyak bisa meningkat sampai US$80 per barel dalam empat atau lima tahun ke depan,” kata Fatih.
Pada 2016, CNPC meyakini impor minyak yang akan dilakukan China akan naik menjadi 62 persen yang membuat permintaan minyak dunia akan tumbuh 4,3 persen.
“Seiring dengan meningkatnya kepemilikan mobil, kemajuan urbanisasi dan meningkatnya cadangan minyak negara. China adalah salah satu pembeli minyak terbesar di dunia. Tapi karena ekonominya melambat, permintaannya belakangan juga menyusut,” kata Qian Xingcun, Wakil Kepala Lembaga Riset CNPC. (gen)