MNC Bank Suntik Pinjaman Rp200 Miliar untuk Grup Nasmoco

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 18/04/2016 13:50 WIB
MNC Bank Suntik Pinjaman Rp200 Miliar untuk Grup Nasmoco PT Andalan Finance Indonesia memasang target pertumbuhan kredit kendaraan bekas 15 persen dari tahun lalu dengan target penyaluran pendanaan sebesar Rp3,2 triliun tahun ini. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MBC Bank Internasional Tbk (MNC Bank) memberikan pinjaman Rp200 miliar untuk perusahaan multi pembiayaan (Multifinance) PT Andalan Finance Indonesia guna memperkuat penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor. Andalan Finance sendiri merupakan anak usaha Grup Nasmoco Indonesia, yang merupakan agen tunggal pemegang merek Toyota di Pulau Jawa.

Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo optimistis dengan pertumbuhan ekonomi ke depan mampu menggairahkan sektor kredit kendaraan bermotor, terlebih dengan terus munculnya produk baru di industri otomotif.

"Pemberian kredit senilai Rp200 miliar untuk 2016, angka ini tidak mungkin berhenti di sini, pasti tergantung perkembangan," ujar Benny di Jakarta, Senin (18/4).


Ini bukan kali pertama MNC Bank dan Andalan Finance melakukan kerjasama. Sebelumnya pada 2012 lalu, MNC Bank juga telah menyalurkan kredit kepada Andalan Finance sebesar Rp200 miliar. Selain dengan Andalan Finance, MNC Bank sendiri telah bekerjasama dengan 35 perusahaan multifinance lainnya dalam penyaluran pembiayaan.

"Tujuannya yang pasti kami membantu masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan untuk mobil. Andalan Finance khusus di mobil bekas, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pembiayaan untuk membeli mobil bekas," ujar Benny.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Andalan Finance Sebastianus H. Budi optimistis dengan bantuan modal pembiayaan dari MNC Bank, perusahaannya mampu mencapai target pertumbuhan sebesar 15 persen dari tahun lalu dan target penyaluran pendanaan sebesar Rp3,2 triliun tahun ini.

"Dua tahun terakhir pertumbuhan kami memang sedikit flat. Karena memang pasar kurang kondusif dengan perkembangan tetapi mulai tahun ini kita mulai bertumbuh lagi, melihat ekonomi yang membaik ini," kata Sebastian.

Tahun ini Andalan Finance juga akan fokus menambah kerjasama pembiayaan dengan bank-bank lainnya guna mendongkrak kemampuan pendanaan.

Sebastian melihat potensi pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor khususnya mobil akan meningkat tahun ini. Kendati demikian perusahaan tidak mau terlalu agresif dalam melakukan ekspansi. Tahun ini Andalan Finance masih berfokus mengelola 34 unit outlet yang rata-rata berlokasi di pulau Jawa.

"Kami akan manfaatkan cabang-cabang yang ada saja, sehingga saat ini tidak ada rencana penambahan outlet," katanya. (gen)