Jasamarga dan Waskita Resmi Garap Proyek Tol Semarang-Batang

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 27/04/2016 17:17 WIB
Jasamarga dan Waskita Resmi Garap Proyek Tol Semarang-Batang Proyek tol Semarang-Batang merupakan proyek tol pertama yang diberikan penjaminan oleh pemerintah melalu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah secara resmi menyerahkan pengerjaan proyek pengembangan jalan tol Semarang-Batang ke Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Semarang Batang. Hal itu ditandai dengan penandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku wakil pemerintah dan Jasamarga Semarang Batang di Gedung Radius Prawiro, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang sudah lama ada konsesinya tapi tidak dikerjakan. Beberapa tahun lalu diputus kemudian kami tenderkan dan ini sekarang sudah ada owner yang baru. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi ke depan,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam acara penandatangan perjanjian di Jakarta, Rabu (27/4).

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatangan Perjanjian Penjaminan antara BUJT dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) serta Perjanjian Regres antara PT PII dengan Menteri PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK). Proyek tol Semarang-Batang ini merupakan proyek tol pertama yang diberikan penjaminan oleh pemerintah melalu PT PII.


Jasamarga Semarang Batang merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Jasamarga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 60 persen dan PT Waskita Toll Road dengan porsi kepemilikan 40 persen.

Perusahaan konsorsium ini akan bertanggung jawab mengembangkan dan mengoperasikan jalan tol sepanjang 75 kilometer (km). Proyek ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten, hingga Banyuwangi.

Kebutuhan investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp11,045 triliun di mana Rp7,66 triliun diantaranya merupakan biaya konstruksi. Ketika beroperasi nanti, pemerintah akan memberikan masa konsesi kepada operator selama 45 tahun. Pembangunan konstruksinya dijadwalkan akan dimulai pada November 2016 hingga Oktober 2018.

Setelah jalan tol beroperasi, diperkirakan volume lalu lintas kendaraannya mencapai 18.772 kendaraan per hari. Adapun tarif dasar yang akan dikenakan diperkirakan Rp1.100 per kilometer. (gen)