Mengutip Reuters, aktivitas pabrik di China menurun pada April lalu, melanjutkan pelemahan yang terjadi dalam 14 bulan terakhir akibat permintaan yang stagnan. Kondisi serupa juga terjadi di Inggris, di mana pada bulan lalu hasil produksi manufakturnya tiba-tiba menyusut ke level terendah dalam tiga tahun terakhir.
"Ada beberapa kekhawatiran tentang dampak (pelemahan ekonomi China) terhadap perekonomian global," kata Macrae Sykes , analis di Gabelli & Co Inc di Rye, New York.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones Industrial Averange (DJIA) ditutup melemah 140,25 poin atau 0,78 persen di level 17,750,91. Demikian pula dengan indeks S&P 500 yang terkoreksi 18,06 poin atau 0,87 persen pada angka 2.063,37. Sedangkan Indeks Nasdaq turun 54,37 poin atau 1,13 persen ke level 4.763,22.
Sementara itu, pasar modal Eropa jatuh ke posisi terendah dalam tiga minggu. Indeks saham utama Eropa FTSEurofirst 300 berakhir turun 1,74 persen pada level 1,318.91.Saham perusahaan Jerman, Commerzbank memimpin penurunan setelah keuntungannya anjlok signifikan.
Penyusutan aktivitas pabrik di China turut memukul saham-saham perusahaan pertambangan Eropa. Demikian pula dengan indeks saham perbankan SX7P, ditutup melemah 3,68 persen.
Indeks MSCI, yang merupakan indeks global ekuitas untuk pasar berkembang di dunia berakhir turun 4,65 poin atau 1,15 persen di posisi 399,52. (ags)