"Australia merupakan salah satu dari 20 negara maju yang melakukan outward investment terbesar, tetapi yang masuk ke Indonesia sedikit. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia hanya menempati urutan ketiga investasi dari Australia, di bawah Singapura dan Malaysia," kata Franky dikutip dari kantor berita Antara, Senin (9/5).
Pekan ini, BKPM menyambangi Australia sebagai bagian dari kegiatan pemasaran investasi guna mendorong masuknya aliran modal dan meningkatkan investasi dari negara kanguru tersebut. Franky menduga salah satu penyebab belum optimalnya arus modal yang masuk dari Australia akibat minimnya informasi tentang potensi dan kebijakan pemerintah di sektor investasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data BKPM menyebutkan selama periode 2010-2015, nilai investasi Australia yang masuk ke Indonesia sebesar US$2,1 miliar. Terdiri atas investasi di sektor pertambangan, kimia dasar dan infrastruktur. Sementara komitmen investasi dari Australia yang telah tercatat di BKPM ada sebesar US$7,7 miliar terdiri atas sektor industri logam, properti dan sektor peternakan.
Sementara sepanjang kuartal I 2016, realisasi investasi dari Australia tercatat sebesar US$59,98 juta terdiri dari 131 proyek investasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.070 orang. (gen)