Pertamina Siapkan US$40 juta Garap Proyek Panas Bumi di Aceh

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Rabu, 11/05/2016 11:19 WIB
Pertamina Siapkan US$40 juta Garap Proyek Panas Bumi di Aceh PGE membentuk perusahaan patungan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bernama Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dengan komposisi kepemilikan 75 persen dikuasi PGE dan sisanya untuk PDPA. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di bidang pengusahaan panas bumi menyiapkan dana US$40 juta untuk memulai tahap eksplorasi wilayah kerja panas bumi Seulawah Agam, Aceh tahun ini.

Dalam perburuan dan pengembangan energi panas bumi sehingga bisa diolah menjadi listrik berdaya 55 Megawatt (MW), PGE membentuk perusahaan patungan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bernama Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dengan komposisi kepemilikan 75 persen dikuasai PGE dan sisanya untuk PDPA.

Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin menjelaskan, kerjasama yang dibuat perusahaannya dengan PDPA menjadi komitmen kuat Pertamina untuk maju bersama membangun perekonomian Aceh dengan menyediakan energi yang cukup, dalam hal ini pengembangan potensi panas bumi yang cukup besar di Aceh.

“Kami dan PDPA segera merealisasikan proyek panas bumi Seulawah Agam sesuai dengan komitmen investasi kepada pemerintah,” kata Irfan, dikutip Rabu (11/5).


Wilayah kerja panas bumi Seulawah Agam sendiri terletak di Kabupaten Aceh Besar yang mencakup sejumlah kecamatan seperti Seulimeum, Krueng Raya dan Indrapuri. Lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Seulawah Agam yang akan didirikan PGE berjarak sekitar 50 kilometer (km) ke arah Tenggara dari kota Banda Aceh.

Apabila proyek pengembangan tahap I PLTP Seulawah Agam dengan kapasitas 55 MW sukses dilakukan, Irfan menyebut PGE akan melanjutkannya dengan tahap II. Pasalnya wilayah kerja tersebut memiliki potensi kandungan panas bumi yang bisa menghidupkan listrik sekitar 165 MW.

“Saat ini kami masih menunggu diterbitkannya Izin Panas Bumi (IPB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelum menggarap tahap I,” katanya. (gen)