SKK mencatat dari 113 wilayah kerja (WK) migas yang masih aktif selama tiga tahun terakhir, hanya 41 WK yang kontraktornya melaporkan berkomitmen melakukan eksplorasi.
Kepala Divisi Pengawasan Realisasi Komitmen Rencana Pengembangan SKK Migas Nizar Mujahidin mengatakan, penundaan investasi eksplorasi migas terjadi karena beberapa faktor. Masalah internal Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dianggapnya menjadi masalah utama, apalagi mencari lapangan migas yang benar-benar memiliki cadangan terbukti membutuhkan waktu yang lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain faktor teknis tersebut, Nizar mengamini bahwa harga minyak dunia yang masih di level rendah ikut menyurutkan minat investasi KKKS dalam beberapa tahun terakhir.
Dari 113 WK yang dikelola KKKS, Nizar merinci empat WK tidak melakukan kegiatan apapun, 28 WK melaksanakan survey seismik, 13 WK sudah ada pengeboran namun masih belum beruntung, 26 WK sudah dibor dan mendapatkan cadangan, dan 40 WK baru dilakukan studi Geologi dan Geofisika.
Hingga Mei 2016, SKK Migas mencatat adanya 85 WK yang sudah dalam tahap eksploitasi dari total WK sebanyak 297 WK. Sementara itu, sisa WK lainnya masih dalam masa terminasi. (gen)