Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan IDB Group terkait komitmen pinjaman MCPS 2016-2020 ditandatangani oleh Presiden IDB Group Ali Mohamed Ali Al-Madani dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil di sela Sidang Tahunan Kelompok IDB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (19/5).
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro merinci, salah satu proyek yang akan didanai dari pinjaman ini adalah yang terkait dengan pengembangan empat lembaga pendidikan tinggi, dengan alokasi sebesar US$176,5 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, pinjaman tersebut juga diperuntukkan untuk mendanai proyek perbaikan kampung kumuh. Adapun alokasi pinjaman untuk proyek ini sebesar US$329,76 juta.
Dalam kerangka MCPS 2016-2020, Menkeu mengatakan pemerintah dan IDB akan fokus pada pengurangan ketimpangan antarwilayah, pengembangan industri keuangan syariah, dan peningkatan integrasi regional.
Selain memberikan pinjaman pada Indonesia, dalam kesempatan yang sama IDB juga menandatangani perjanjian pendanaan pembangunan dengan sejumlah negara anggotanya senilai total US$1,6 miliar. Beberapa negara yang mendapatkan pembiayaan dari IDB diantaranya Indonesia US$824 juta, Kamerun US$157 juta, Chad US$152 juta, dan Gabon US$120 juta. (ags/gen)