Direktur Keuangan Holcim Indonesia Mark Schmidt menyatakan, meski memang berniat mengekspor semen ke dua negara tersebut, ia mengaku belum bisa menyebutkan volume penjualan yang akan dikirim.
"Kami belum bisa sebutkan volume penjualannya, tapi kami akan melakukan optimalisasi produk agar bisa diterima di pasar ekspor," tuturnya di Jakarta pada Kamis (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dari proyek infrastruktur pemerintah belum terealisasikan sepenuhnya di lapangan. Proyek-proyek itu masih dalam perencanaan atau dananya yang masih belum turun," ujarnya.
"Dulu 2012 hanya sembilan pemain, sekarang 19 pemain," katanya.
Namun, jika dilihat berdasarkan kinerja Holcim pada kuartal 1 2016, performa peseroan terbilang cukup baik. Holcim mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 104,83 persen menjadi Rp66,98 miliar di triwulan I 2016, dari Rp32,70 miliar di periode yang sama 2015.
"Walaupun awal tahun ini dimulai dengan baik, tapi itu karena carry over tahun lalu. Jadi penjualan akan tergantung dari realisasi proyek pemerintah, apakah nanti spending-nya akan lebih cepat, jadi susah memberikan kepastian," ungkapnya. (gir)