Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri mengaku tidak ingin memasang target pertumbuhan kredit yang terlampau ambisius pada tahun ini mengingat masih lemahnya penyaluran kredit perseroan pada kuartal I.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, penyaluran kredit bank pelat merah itu hanya tumbuh 8,7 persen atau lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Perseroan menganggap pelemahan ekonomi global yang berdampak pada ekonomi domestik menjadi penghambat penyaluran kreditnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Tiko ini optimistis penyaluran kredit Bank Mandiri baru akan mengalami kenaikkan signifkan pada kuartal III 2016 seiring dengan meningkatnya belanja pemerintah. Intinya, ia meyakini pertumbuhan kredit tetap akan terjaga pada tahun ini meski dengan kecepatan yang lambat.
Pada kesempatan lain, Ahmad Siddiq Badrudin, Direktur Manajamen Risiko dan Kepatuhan Bank Mandiri menyambut positif rencana Bank Indonesia melonggarkan kebijakan makroprudensial. Ia meyakini pertumbuhan kredit perbankan bisa lebih tinggi jika nantinya BI sepakat melonggarkan rasio nilai kredit terhadap agunan (Loan to Value/LTV) dan batasan rasio pinjaman terhadap dana perbankan (Loan to Funding/LFR).
"Cuma mungkin efeknya akan lebih besar lagi kalau ekonomi atau pertumbuhan PDB nya sudah pulih sehingga ada efek penggandanya (multiplier effect)," kata Ahmad. (ags)