Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menjelaskan kerjasama dengan Mandiri akan membantu perseroan memonitor transaksi dan distribusi elpiji bersubsidi sampai ke pangkalan dengan menghubungkan aplikasi electronic banking Mandiri dengan aplikasi SIMOL3K milik Pertamina.
Ahmad mengatakan pada 2016 mendatang, volume elpiji 3 kilogram (kg) yang akan disalurkan ke masyarakat mencapai 6,6 ton melalui 130 ribu agen dan pangkalan di seluruh Indonesia. Ia menyebut perlu dilakukan perbaikan pencatatan data transaksi yang lebih akurat dan akuntabel untuk agen ke pangkalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan Cashless Payment System menurut pria yang kerap disapa Abe ini juga bisa membantu memonitor penyaluran elpiji bersubsidi, karena Pertamina masih menemukan pelanggan yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan subsidi namun masih menggunakan elpiji 3 kg.
Nantinya dengan menggunakan koneksi host-to-host yang tidak dibatasi oleh jam buka Bank, para mitra pemilik agen dan pangkalan elpiji tidak harus datang ke bank untuk melakukan pembayaran karena semua transaksi dapat dioperasikan dengan telepon genggam melalui Mandiri Supply Chain (MSC).
“Pilot Project Cashless Payment System dilakukan sejak Agustus 2015 di wilayah Tangerang yang mencakup Kodya Tanggerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Semuanya berjalan dengan baik,” kata Tardi.
Kemudian untuk membantu Pertamina memonitor penyaluran elpiji tabung melon, Mandiri juga sedang berusaha mencari solusi untuk pencatatan transaksi pembelian dari pangkalan ke masyarakat. (gen)