Ketua KPPU, M. Syarkawi Rauf menilai, hal tersebut perlu dilakukan guna meminimalisir terjadinya praktik anti persaingan sehat atau kartel yang dilakukan distributor dan peritel dalam proses distribusi bahan pangan.
"Karena rantai distribusi yang terlalu panjang ini membuat persekongkolan distributor melakukan praktik kartel, atau bahasa umumnya itu mafia, yang sangat besar pada tiap-tiap distribusi bahan pangan," jelasnya, Selasa (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua dampak ini dapat muncul karena adanya pihak-pihak dominan yang berpotensi melakukan kerja sama untuk menahan pasokan bahan pangan di konsumen," tambah Syarkawi.
Selain mengambil langkah penyederhaan rantai distribusi bahan pangan, KPPU juga tengah mengontrol 55 importir yang mendapat kuota impor sejumlah bahan pangan. Dimana 5 hingga 7 di antaranya merupakan importir besar yang perlu diawasi.
"Nanti kita akan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian hingga Kementerian Perhubungan untuk menyederhanakan regulasi-regulasi itu sehingga tidak membebani pelaku usaha," tutup Syarkawi. (gir)