Integrasi Pertamina dan PGN Modal Efisiensi Infrastruktur Gas

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Rabu, 08/06/2016 20:32 WIB
Integrasi Pertamina dan PGN Modal Efisiensi Infrastruktur Gas Penggabungan PGN ke Pertamina membuat perusahaan pelat merah lebih efisien, sehingga infrastruktur yang ada bisa digunakan bersama. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggabungan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke dalam PT Pertamina (Persero) dinilai akan menciptakan dampak positif bagi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dan pengembangan infrastruktur gas.

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Insutitute mengatakan, hal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi aset-aset kedua perusahaan yang bisa disinergikan dalam jangka pendek.

“Secara konsep memang holding akan meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan Hal itu dengan catatan tahapan teknis dan non teknis dapat dilewati dengan baik,” ujar Komaidi, Rabu (8/6).


Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan pembentukan holding BUMN energi dengan menggabungkan PGN ke Pertamina bisa dituntaskan tahun ini. Kementerian BUMN telah memutuskan menjadikan Pertamina sebagai induk usaha BUMN di sektor energi. Sementara PGN, yang 57 persen sahamnya dikuasai negara akan menjadi salah satu anak usaha holding BUMN energi tersebut.

Sujatmiko, Kepala Komunikasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan penggabungan PGN ke Pertamina membuat perusahaan pelat merah lebih efisien, sehingga infrastruktur yang ada bisa digunakan bersama.

“Artinya tadinya terpisah menjadi menyatu dan praktis untuk pengaturan berikutnya. Dengan semakin efisien, harga jual gas menjadi semakin terjangkau bagi konsumen,” kata Sujatmiko.

Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Gas (Pertagas) pada tahun ini menargetkan menambahkan pipa transmisi open acces sepanjang 400 kilometer (km). Saat ini, perseroan memiliki jaringan pipa transmisi open access terpanjang di Indonesia, yaitu 2.200 km. Dengan sistem open access, semua jaringan pipa perseroan bisa digunakan oleh siapa pun.

Sementara itu, PGN hingga saat ini telah membangun pipa gas sepanjang 825 km selama setahun terakhir. Pipa gas tersebut terdiri dari pipa transmisi open access dan pipa distribusi gas bumi. Jika pada akhir 2014 panjangnya sudah 6.161 km maka total panjang pipa gas bumi yang dimiliki PGN saat ini mencapai 6.989 km.

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan mekanisme penggabungan PGN ke Pertamina hingga saat ini masih dalam proses diskusi. Sambil menunggu peraturan pemerintah terkait penggabungan tersebut terbit telah dibentuk tim gabungan yang terdiri dari PGN, Pertamina dan juga Pertagas yang melakukan pemetaan lokasi pipa-pipa infrastruktur, baik transmisi maupun distribusi yang ada.

“Jadi kita memastikan, jika memang benar-benar sudah berlaku hal tersebut, ini bisa berjalan lancar. Nah nanti bentuknya seperti apa, nanti kita lihat setelah proses yang selanjutnya," katanya. (gen)