Kadin: Kebijakan Impor Tak Efektif Tekan Harga Daging Sapi

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 14/06/2016 18:35 WIB
Kadin: Kebijakan Impor Tak Efektif Tekan Harga Daging Sapi Seorang pekerja memberi makan sapi di salah satu peternakan yang di Palembang, Sumsel, Kamis (4/6). Kadin menilai kebijakan impor pemerintah tak akan efektif meneman harga daging sapi. (Antara Foto/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini kebijakan pemerintah mengimpor daging sapi segar sebanyak 27.400 ton tidak akan efektif menekan harga daging sapi secara signifikan. Kebijakan itu justru dianggap bisa memicu kenaikan harga daging sapi lokal.

“Ibarat bejana berhubungan. Misalnya begini, kalau yang diimpor daging paha depan maka harga daging paha depan akan turun. Karena paha depan turun, maka produsen daging sapi lokal terpaksa menaikkan harga untuk paha belakang guna menutupi kerugian karena harga paha depan yang turun," ujar Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan saat mengunjungi pusat perbelanjaan Thamrin City, Selasa (14/6).

Apabila pemerintah mau menekan harga daging sapi menjadi Rp80 ribu per kg, kata Juan, seharusnya yang diimpor bukan dagingnya, melainkan memperbanyak impor sapi hidup untuk digemukkan di Indonesia. Selain itu, kebijakan itu juga harus dilakukan pada jauh hari sebelum ada lonjakan permintaan di pasar.


Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini ada 12 juta sapi hidup di Indonesia yang dimiliki oleh 5 juta peternak sapi. Artinya, rata-rata peternak hanya memiliki sekitar dua ekor sapi dan itu dinilai sangat kurang. Pasalnya, kebutuhan daging sapi di Indonesia per tahun mencapai 625 ribu ton per tahun atau 2,5 kg per kapita, dengan asumsi jumlah penduduk 250 juta jiwa.

"Kembali kami mengharapkan pemerintah cukup peka melihat ini. Kalau usul kami dari dulu, perbanyak masukkan sapi. Peternak kita menurut data itu ada 5 juta peternak. Kalau 5 juta peternak bisa pelihara 100 ekor, Indonesia akan punya populasi sapi tambah banyak," ujarnya.

Formula Harga Daging Sapi

Juan menilai wajar jika harga daging sapi lokal yang dijual di pasar jauh di atas harga yang diinginkan Presiden Joko Widodo Rp80 ribu per kg. Pasalnya, harga pokoknya di kalangan penjual saat ini masih di atas Rp100 ribu per kg.

Per hari ini, Kementerian Perdagangan mencatat harga rata-rata daging sapi nasional ada di level Rp115 ribu per kg. Sementara, rata-rata harga daging sapi di Jakarta ada di level Rp116.820 per kg.

Juan Permata Adoe pun memaparkan formula pembentukan harga daging sapi di pasaran. "Hari ini, harga satu kilogram sapi hidup itu US$ 3 atau kira-kira itu jatuhnya Rp43 ribu per kg sapi hidup. Dari sapi hidup dijadikan karkas harganya dikali dua. Kalau dikali dua jatuhnya Rp86 ribu per kg untuk karkas,” tutur Juan.

Kemudian,lanjut Juan, harga karkas masih harus ditambah biaya potong yang mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Selain itu, pedagang juga harus menambahkan ongkos logistik.


"Dari Rp86 ribu turun ke rumah potong. Ongkosnya bagi mereka yang normal Rp 20 ribu per kg. Berarti harga pokoknya Rp 106 ribu per kg yang ditambah ongkos-ongkos lain di pasar jadi berkembanglah sampai Rp115 ribu-Rp120 ribu per kg," ujarnya. (ags/ags)