Brexit Diyakini Tak Ganggu Perdagangan UE dan ASEAN

Deddy S, CNN Indonesia | Minggu, 26/06/2016 02:17 WIB
Brexit Diyakini Tak Ganggu Perdagangan UE dan ASEAN Ilustrasi Brexit (Dan Kitwood/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan rakyat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, atau biasa disebut Brexit, mendapat tanggapan dari EU-ASEAN Business Council. Direktur Eksekutif EU-ASEAN Business Council, Chris Humphrey, meminta transisi itu dilakukan dengan mulus.

“Rakyat Inggris sudah memilih, kami berharap politisi dan pengambil kebijakan bekerja sama untuk memastikan transisi yang mulus,” kata Humphrey, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (24/6).

Humphrey mengatakan, Uni Eropa dan ASEAN Business Council selalu bekerja sama untuk mempromosikan pengembangan perdagangan dan investasi antara Eropa dan ASEAN. Dia yakin, meski ‘bercerai’, Inggris dan Uni Eropa tetap berhubungan dengan ASEAN.


“Hubungan ekonomi dan perdagangan selalu kuat, dengan Eropa sejauh ini sebagai sumber FDI (investasi asing langsung) terbesar di ASEAN dan merupakan rekanan perdagangan terbesar ASEAN,” kata Humphrey. “Inggris adalah pemain penting pada hubungan itu.”

Catatan Uni Eropa menyebutkan nilai perdagangan bilateral antara ASEAN dan Uni Eropa, pada 2015, mencapai 201 miliar euro, naik 11 persen dibandingkan 2014. Sedangkan investasi langsung (FDI) Uni Eropa di ASEAN mencapai 194 miliar euro.

Referendum Brexit terjadi pada Kamis (23/6). Dari perhitungan suara di 98 persen distrik di Britania Raya, sebanyak 51,82 persen memilih Inggris keluar dari Uni Eropa. Sementara 48,18 persen mengatakan Inggris harus tetap di Uni Eropa.

Sebanyak 46,5 juta orang terdaftar mengikuti referendum tersebut.

Menyusul hasil tersebut, Perdana Menteri Inggris David Cameron memutuskan mengundurkan diri sebelum musim gugur. Dia sendiri adalah pendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa. (ded/ded)