"Indeks di Indonesia turun 0,82 persen tapi di negara lain bisa lebih besar. Dari kondisi akhir pekan kemarin itu sebenarnya Indonesia punya pasar yang cukup matang," kata Nurhaida, Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Senin (27/6).
Lebih lanjut, Nurhaida menyatakan, Brexit membuat pasar global berada dalam kondisi ketidakpastian untuk waktu yang tidak bisa dipastikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa diprediksi sampai kapan akan berlangsung. Hal ini tergantung dari respons masing-masing investor pasar modal itu sendiri.
Sebagai informasi, IHSG ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan kemarin atau tepat setelah keputusan Brexit keluar. Indeks turun sebesar 39,74 poin (0,81 persen) ke level 4.834 setelah bergerak di antara 4.754-4.884. (gen)