Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menjelaskan, pasca keputusan pasar keuangan global bereaksi cukup cepat. Dana asing banyak yang langsung menuju ke Amerika Serikat (AS) dan Jepang, sehingga hampir seluruh mata uang global langsung melemah.
Nilai tukar rupiah juga terkena imbas. Meskipun tidak terlalu parah. Sekarang BI masih terus memantau efek lanjutan dari peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diprediksi perekonomian Inggris akan turun. Gejolak keuangan sempat terasa di Asia, itu sifatnya temporer," jelasnya.
Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah mengatakan rupiah sempat menguat pada saat hasil keputusan referendum Inggris dibacakan Jumat (24/6).
Pada hari itu BI mencatat ada dana asing masuk sekitar US$113 juta (Rp1,4 triliun) dari pasar global. BI juga mencatat ada dana asing yang masuk ke Indonesia sebanyak US$554 juta (Rp7,2 triliun) dalam sepekan.
"Ini yang membuktikan orang (investor) masih mau masuk ke Indonesia. Ditambah lagi kebetulan ada lelang SBN (Surat Berharga Negara) tanggal 21, makanya sekarang rupiah menguat," jelasnya. (gen)