Bosowa Bidik PLTU Senilai US$300 Juta Beroperasi pada 2017

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Kamis, 30/06/2016 11:36 WIB
Bosowa Bidik PLTU Senilai US$300 Juta Beroperasi pada 2017 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas sebesar 2x135 megawatt ini merupakan tambahan dari PLTU sebelumnya di lokasi yang sama. (Detikcom/Julius Bramanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bosowa Corporation menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas sebesar 2x135 megawatt (MW) di Jeneponto, Sulawesi Selatan bisa rampung dan beroperasi pada akhir 2017.

Presiden Direktur Bosowa Corporation, Erwin Aksa mengatakan, saat ini perusahaan masih berfokus dalam pembangunan PLTU II tersebut, yang merupakan tambahan (extension) dari pembangkit sebelumnya di lokasi yang sama.

“PLTU Jeneponto tahap II ini extension. Kapasitasnya 2x135 megawatt, nilai investasinya kurang lebih US$300 juta. Kami targetkan akan beroperasi akhir 2017,” katanya, Rabu (29/7).


Sebelumnya, perseroan melakukan pemasangan struktur pertama PLTU tahap II tersebut pada Juni 2016. Adapun dana sebesar US$300 juta untuk investasi tersebut berasal dari alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) yang dianggarkan sejak tahun lalu.

Untuk diketahui, PLTU Jeneponto tahap I sudah menyalurkan listrik sebesar 2x100 megawatt sejak dua tahun lalu. Nantinya jika PLTU tahap II rampung, total suplai listrik perusahaan itu bisa menjadi 470 megawatt.

Jika menilik kebutuhan listrik di Sulawesi Selatan yang kurang lebih sebesar 900 megawatt, maka Bosowa Corporation ingin mengelola separuh lebih suplai listrik di provinsi tersebut.

Erwin menyatakan, perusahaan berencana fokus ke lini usaha energi karena potensinya yang besar. Namun, ia mengaku tak banyak tender pembangunan pembangkit listrik pada saat ini.

“Jika mendapat ijin dan kepercayaan, maka kami akan bangun PLTU lagi. Masalahnya tender PLTU dari PT PLN untuk swasta juga masih belum jelas saat ini,” ujarnya. (gir/gen)